Sabtu, 18 Juni 2016

Teruntuk Kamu

Empat bulan lalu, kita belum saling mengenal. Mempunyai kontak satu sama lainpun tidak. Empat bulan lalu, kita bagaikan orang asing. "Hai" dan "halo" lah satu-satunya bahasa komunikasi kita. Tidak lebih. Tidak ada perbincangan serius. Tidak ada senda gurau. Tidak ada ini dan itu.

Tapi sekarang, sekarang kamu sudah menjadi salah satu orang yang paling mengenalku. Kamu sudah menjadi seorang teman, sahabat, dan pasangan untukku. Rasa heran kerap mendatangi pikiran kita. "Kok bisa ya?" Kita bagaikan dua orang yang sudah saling mengenal, lama terpisahkan, dan baru dipertemukan kembali. Ah, aku tidak peduli dengan pikiran itu.

Aku tau bahwa aku sangat bersyukur telah diberi kesempatan untuk mengenalmu. Aku ingin menjaga perasaan ini, hubungan ini, dan berdoa agar jalan kita selalu beriringan. Teruntuk kamu, wanita cantik nan tangguh yang aku temui.

*Dibuat +/- setahun lalu. Walaupun semua berjalan di luar harapan, tidak sanggup rasanya untuk membuang tulisan ini begitu saja. Karna tulisan ini, tercipta dari lubuk hati terdalam. Tersisip asa, tersirat arah. Biar lah kenangan itu tersimpan di sini. Hingga kelak, aku siap untuk mengenang semuanya, dengan sebuah senyuman.